FIFA sedang bersiap untuk menerapkan tindakan disipliner baru untuk mengatur perilaku di lapangan. Menjelang Piala Dunia 2026, dua aturan utama dapat diberlakukan untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat otoritas wasit.
Ini adalah kebiasaan kecil yang sudah menjadi hal lumrah dalam sepak bola modern, namun bisa saja akan segera hilang. Menurut laporan terbaru, pemain yang menutup mulutnya saat bertengkar dengan lawan, rekan satu tim, atau bahkan wasit kini bisa menghadapi sanksi berat seperti kartu merah.
Tindakan ini jelas bertujuan untuk membatasi pernyataan yang tidak pantas—terutama penghinaan, hinaan rasis atau homofobik—yang seringkali tidak mungkin dibuktikan karena tindakan yang disembunyikan tersebut. Dengan membuat interaksi pemain lebih terlihat, badan sepak bola dunia bermaksud menciptakan lingkungan yang transparan total di lapangan.
Tidak ada toleransi terhadap protes terhadap keputusan wasit
Reformasi besar lainnya yang sedang dibahas: pemain mana pun yang secara sukarela meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit dapat segera dikeluarkan dari lapangan. Ini merupakan sinyal kuat dari FIFA untuk memperkuat otoritas wasit, yang keputusannya semakin mendapat tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini dirancang untuk mengakhiri protes massal dan ledakan emosi yang mencoreng citra olahraga tersebut.
Eksklusif: FIFA akan menerapkan kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat menghadapi lawan di Piala Dunia — dan pemecatan instan bagi pemain yang meninggalkan lapangan sebagai protes atas keputusan wasit.https://t.co/xZCQ5yvKl3
— Martyn Ziegler (@martynziegler) 28 April 2026
Persetujuan IFAB menunggu
Aturan baru ini diharapkan dapat diajukan untuk disetujui oleh IFAB, satu-satunya badan yang berwenang mengubah hukum permainan. Kongres FIFA mendatang, yang dijadwalkan minggu ini, akan menjadi pertemuan besar terakhir semua federasi sebelum acara global pada tahun 2026. Presiden Gianni Infantino berharap lampu hijau segera diberikan agar turnamen dapat dilaksanakan tepat waktu.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
Jasa Backlink
Download Anime Batch

