Derby Istanbul terbukti berakibat fatal bagi Domenico Tedesco. Pelatih Italia-Jerman itu dibebastugaskan oleh Fenerbahçe sehari setelah kekalahan telak 3-0 dari Galatasaray.
Fenerbahçe secara resmi mengumumkan pada hari Senin berakhirnya kemitraannya dengan Domenico Tedesco, hanya beberapa jam setelah kekalahan menyakitkan yang diderita dalam derby melawan Galatasaray pada matchday 31 Liga Turki. Tak lama setelah itu, klub Istanbul juga mengonfirmasi kepergian direktur olahraga Devin Özek dan koordinator sepak bola Berke Çelebi.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di saluran media sosialnya, Fenerbahçe mengucapkan terima kasih kepada mereka yang terlibat “atas kontribusi mereka” dan berharap mereka “sukses di sisa karir mereka.”
Zeki Murat Göle mengambil alih tanggung jawab sementara
Untuk menjamin keberlangsungan, asisten pelatih Zeki Murat Göle ditunjuk memimpin tim utama hingga akhir musim. Solusi internal dalam konteks olahraga yang menegangkan. Tiba pada 8 September untuk menggantikan José Mourinho, Tedesco tidak mampu membalikkan keadaan dalam jangka panjang.
Mantan manajer Schalke 04, Spartak Moscow dan RB Leipzig yang juga pernah melatih timnas Belgia (2023-2025) itu meninggalkan klub dengan rekor 26 kemenangan, 12 kali seri, dan 7 kali kalah di semua kompetisi.
Pengumuman Publik: Sejalan dengan keputusan yang diambil pada rapat dewan direksi kami, kami berpisah dengan Direktur Teknis kami Domenico Tedesco dan staf teknisnya. Kami juga berpisah dengan Direktur Olahraga kami Devin Özek dan Koordinator Sepak Bola kami Berke Çelebi… pic.twitter.com/7F7w2H0tFz
— Fenerbahçe SK (@Fenerbahce) 27 April 2026
Musim tanpa trofi dan kekeringan berkepanjangan
Secara olahraga, tujuan klub tidak akan tercapai. Fenerbahçe akan finis di posisi kedua atau ketiga di liga, jauh dari gelar. Di pentas Eropa, klub juga kecewa di Liga Europa, tersingkir di babak play-off oleh Nottingham Forest meski bermain imbang dalam dua leg (0-3, 2-1).
Yang terpenting, kekecewaan terbaru ini memperpanjang penantian panjang: gelar juara Turki telah gagal diraih klub sejak 2014.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
Jasa Backlink
Download Anime Batch

