Hillel Konaté telah mengikuti perlombaan untuk penghargaan Kiper Terbaik di Ligue 2 Prancis. Pemain internasional Burkinabè telah dinominasikan untuk Penghargaan UNFP 2026.
Dari cadangan hingga pesaing penghargaan UNFP, perjalanan Hillel Konaté musim ini sungguh luar biasa. Dimulai sebagai pemain cadangan di Troyes, kiper asal Burkinabè ini memanfaatkan kesempatannya menyusul cederanya Nicolas Lemaître. Hasilnya: ia membuktikan dirinya sebagai kiper pilihan pertama yang sangat diperlukan dan kini berada di antara lima finalis penghargaan Kiper Terbaik di Ligue 2.
Hillel Konaté adalah nominasi penghargaan Kiper Terbaik Musim Ini di Ligue 2 Prancis. Dia memulai sebagai cadangan di awal musim, kemudian Burkinabè bersinar setelah cederanya Lemaître.🇧🇫 Hillel Konaté🇫🇷 Quentin Braat🇫🇷 Yehvann Diouf🇫🇷 Gautier Larsonneur🇫🇷 Guévin Bassan pic.twitter.com/OAlhmTH43c
— FasoSports (@fasosports18) 30 April 2026
Dengan enam clean sheet, Konaté telah menjadi salah satu pilar di balik dorongan promosi ESTAC ke Ligue 1. Ketenangannya dalam situasi satu lawan satu dan kepercayaan diri yang ditanamkannya di lini belakang membuatnya memberikan penampilan kelas atas, membantu Troyes meraih pertandingan penting dalam perlombaan untuk promosi.
Pada usia 31 tahun dan setelah bermain di Châteauroux dan Valenciennes, sang penjaga gawang telah mencapai kematangan penuh dan merupakan pesaing serius untuk dipanggil kembali ke tim nasional Burkina Faso.
Lima nominasi penghargaan:
– Hillel Konaté (Troyes)- Quentin Braat (Rodez)- Yehvann Diouf (Reims)- Gautier Larsonneur (Saint-Étienne)- Guévin Bassan (Bintang Merah)
Dilarang masuk ⛔Kiper-kiper ini membuat striker @Ligue2BKT menderita sepanjang musim 🤒Nominasi UNFP untuk Kiper Terbaik di @Ligue2BKT:Q. BraatY. DioufH. KonateG. LarsonneurG. Bassan#TropheesUNFP pic.twitter.com/oa0Cqc18Cp
— UNFP (@UNFP) 30 April 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
Jasa Backlink
Download Anime Batch

